SEBUAH RENUNGAN DI HARI KEMENANGAN

Oleh: 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Khutbah Aidil Fitri 1446H

Bulan Ramadhan telah berlalu, meninggalkan kita dengan sejuta kenangan spiritual dan pertanyaan mendalam: Apakah kita benar-benar telah kembali kepada fitrah? Dalam khutbah ini, kita akan merenungkan makna kemenangan sejati di hari raya—bukan sekadar dalam perayaan, tetapi dalam perjuangan mempertahankan kemuliaan Islam. Bagaimana Islam membentuk peradaban yang kuat dari tanah Arab yang tandus? Mengapa umat ini kini terpuruk dalam kehinaan? Dan yang paling penting, bagaimana kita dapat mengembalikan kejayaan itu?

DIALOG HARMONI BERSAMA MASYARAKAT MAJMUK

Q&A dengan Masyarakat Non-Muslim. Ramadhan 2025 di Masjid Alwi Kota Kangar, Negeri Perlis

Oleh: Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA - Mufti Kerajaan Negeri Perlis


Mudah-mudahan Mereka Tidak Mendakwa Saya di Akhirat Kelak

Semalam berlangsung satu lagi majlis dialog  bersama masyarakat non-muslim dari pelbagai agama di Perlis yang dianjurkan oleh Jabatan Mufti Perlis. Dialog kali ini berlangsung dalam Masjid ALWI, Kangar.

Saya ingin memberikan peluang untuk masyarakat bukan muslim melihat suasana muslim beribadat. Mereka juga dijemput menyertai masyarakat muslim berbuka puasa di hadapan halaman Masjid Alwi yang sememangnya meriah setiap hari hari ketika waktu berbuka. Mereka juga diberikan sedikit hadiah oleh pihak MAIPs sebagai tanda persahabatan yang baik.

Alhamdulillah, penyertaan sangat baik. Seperti biasa banyak soalan yang mereka ingin tanya. Saya beritahu mereka, tanyalah sekalipun hal yang sensitif. Saya akan cuba jawab.

Hasrat saya jika Allah makbulkan, setiap yang bukan muslim di Perlis pernah mendengar penerangan saya tentang Islam. Sama ada mereka setuju atau tidak, tidak menjadi masalah. Apa yang penting, mereka sudi dengar penerangan saya yang datang jantung yang tulus mengenai apa itu Islam. Tiada paksaan, tiada permusuhan, tiada tekanan. Sekadar ingin menyampaikan sahaja.  Saya selalu beritahu mereka bahawa pejabat saya sentiasa terbuka untuk mereka.

Mudah-mudahan jika mereka bertemu dengan saya di Akhirat, mereka tidak memberitahu kepada ALLAH "Mufti ini tidak menerangkan Islam kepada kami".

Banyak perkara yang mesti dilakukan oleh seorang Mufti berkaitan dengan Umat Islam, dan banyak juga tanggungjawab seorang Mufti berkaitan saudara sesama insan yang bukan muslim.


KETEGANGAN ANTARA AGAMA

15-03-2025 Podcast Fikrah Dan Hujah

Ahli panel : Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA (Mufti Negeri Perlis), Prof. Dr. Rozaimi Ramle, Ust. Rizal (Moderator), Sheikh Hussein Yee (Undangan)

ISRA' MI'RAJ, MENGUBAH SISTEM KEHIDUPAN

Sebuah Perjalanan yang Mengguncang Dunia

Bayangkan sebuah perjalanan luar biasa yang melampaui batas ruang dan waktu—satu malam yang bukan sekadar mukjizat, tetapi juga mengubah tatanan hidup manusia! Isra’ Mi’raj bukan hanya kisah perjalanan Nabi ﷺ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Lebih dari itu, peristiwa ini membawa pesan revolusioner: tentang keimanan, keteguhan, dan perubahan sistem kehidupan.

Apa relevansinya dengan dunia kita hari ini? Bagaimana Isra’ Mi’raj menata kembali cara kita memahami ibadah, kepemimpinan, dan tatanan sosial? Bersama Shahibus Samahah Dato’ Prof. Dr. MAZA, kita akan mengupas makna mendalam peristiwa ini dan bagaimana ia seharusnya menginspirasi perubahan dalam kehidupan umat Islam.

💡 Bersiaplah untuk melihat Isra' Mi’raj dari perspektif yang lebih luas—bukan sekadar mukjizat, tapi juga strategi transformasi umat!

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

ISRA'ILIYYAT FIT TAFSIR - INSIGHTS AND CAUTIONS

Oleh: 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Isra'iliyyat dalam Tafsir: Wawasan dan Kewaspadaan (Insights and Cautions) | Perlis International Sunnah Convention 2025 | Note: Audio berbahasa Inggris



Isra'iliyyat dalam Tafsir: Wawasan dan Kewaspadaan (Insights and Cautions)

Isra'iliyyat adalah istilah yang digunakan dalam studi Islam untuk merujuk kepada kisah, narasi, atau riwayat yang berasal dari tradisi Yahudi dan Kristen, khususnya yang diambil dari sumber-sumber seperti Taurat, Talmud, atau Perjanjian Lama, yang sering kali dimasukkan ke dalam penafsiran Al-Qur'an (tafsir). Dalam konteks tafsir, Isra'iliyyat biasanya berkaitan dengan penjelasan tentang ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung cerita nabi-nabi terdahulu atau peristiwa masa lalu.

Wawasan (Insights):

  1. Sumber Historis: Isra'iliyyat sering digunakan oleh mufassir (ahli tafsir) awal, seperti Tabari, untuk memberikan konteks sejarah atau memperkaya cerita yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Misalnya, kisah Nabi Yusuf, Musa, atau cerita-cerita tentang penciptaan Adam.
  2. Menarik Perhatian: Banyak kisah Isra'iliyyat yang menarik perhatian pembaca karena sifatnya yang detail, imajinatif, dan kadang-kadang penuh simbolisme.
  3. Jembatan dengan Tradisi Agama Lain: Isra'iliyyat membantu menunjukkan bagaimana Al-Qur'an terhubung dengan tradisi agama lain, seperti Yahudi dan Kristen, serta menunjukkan elemen-elemen universal dari kisah-kisah para nabi.

Closing Speech Perlis International Sunnah Convention 2025

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA (
Mufti Kerajaan Negeri Perlis) & DYMM Tuanku Raja Perlis

Audio berbahasa Inggris, sudah ditranskrip dan terjemah

Transkrip pidato Mufti :

As-salamu alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Alhamdulillah. We praise Him, we ask His help, and we ask His forgiveness.

And we seek refuge in Allah from the evils of our souls and from the evils of our deeds. Whom Allah guides, none can misguide him. And whom He misguides, none can guide him.

I bear witness that there is no god but Allah, alone, with no partner. And I bear witness that Muhammad is His servant and Messenger. Ameen.


The most honourable Tuan Haji Syukri bin Ramli, Chief Minister of Perlis.
The most honourable Haji Sharifah Katrina Noraniah Jamalullail.
The honourable Dato' Rahimi bin Ismail, Perlis State Secretary.

The honourable Tuan Muhammad Azmir bin Azizan, Member of the Perlis State Executive Council.
Member of the Perlis State Executive Council.
The participant, Tansi, Dato' Sri, brothers and sisters.


Alhamdulillah. Praise to Allah subhanahu wa ta'ala for granting us the opportunity to continue our convention. And this is our second Sunnah Convention in 2025.

So, Alhamdulillah bini'matihi tatimu s-salihat. Again and again. Firstly, I would like to extend my sincerest gratitude to everyone who has contributed to the success of this event or this convention.

BAGAIMANA BERAGAMA ISLAM YANG BENAR

Forum Bincang dengan Pelajar : BAGAIMANA BERAGAMA ISLAM YANG BENAR: Panduan untuk Generasi Muda Memahami Agama Secara Mendalam | Arsip 2018

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Adakah kita benar-benar memahami cara beragama Islam yang sesuai dengan syariat, ataukah kita hanya berpegang pada tradisi tanpa ilmu?

Dalam dunia yang penuh dengan keragaman pemahaman dan aliran, generasi muda sering kali terjebak antara tradisi, kejumudan, dan perdebatan yang tidak produktif. Forum "Bagaimana Beragama Islam yang Benar" yang disampaikan oleh Shahibus Samahah Dato' Prof. Dr. MAZA, Mufti Negeri Perlis, adalah sebuah pembahasan mendalam yang memberikan panduan jelas untuk memahami agama Islam dengan benar, berdasarkan dalil, adab, dan hikmah.

PIDATO DI HADAPAN PEMIMPIN THALIBAN (PENGUASA AFGHANISTAN)

PIDATO DI HADAPAN PEMIMPIN THALIBAN: Refleksi 3 Tahun Pembebasan Afghanistan dari Amerika

Oleh: 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Apakah kemerdekaan sejati sudah tercapai, ataukah perjuangan baru saja dimulai?

Di hadapan para pemimpin Taliban, yang kini menjadi penguasa Afghanistan, serta duta-duta dari negara-negara Islam, Shahibus Samahah Mufti Kerajaan Negeri Perlis menyampaikan pidato bersejarah yang penuh dengan hikmah, nasihat, dan refleksi mendalam. Tiga tahun setelah keluarnya militer Amerika dari tanah Afghanistan, acara ini menjadi momentum untuk merenungi apa yang telah dicapai, tantangan yang dihadapi, dan jalan panjang menuju kemerdekaan sejati yang diwarnai oleh nilai-nilai Islam.

KONSEP BERFIKIR YANG KELIRU PADA SEBAGIAN OKNUM YANG MENGAKU SALAFI

Salah Paham Tentang Salafi dan Bermazhab

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis
 

Apa sebenarnya makna Salaf dan Salafi? Apakah benar mengikuti salaf berarti menolak mazhab dalam fiqh? Konsep berpikir yang keliru dan salah kaprah ini, yang sering dipegang oleh sebagian oknum, tidak hanya menyesatkan tetapi juga berpotensi menciptakan perpecahan di tengah umat.

Sikap jumud (kaku) dan ekstrem ternyata bisa muncul dari kelompok manapun, termasuk dari mereka yang mengklaim sebagai pengikut manhaj salaf. Salah guna istilah Salafi sering dijadikan tameng untuk membenarkan pandangan sempit, sehingga mencederai semangat asli ajaran salafus shalih yang penuh hikmah, kelembutan, dan keharmonisan.

MEMBEDAH HAKIKAT JISIM: MENGUNGKAP DEBAT EPIK IBNU TAIMIYAH & AL-GHAZALI TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH

Seminar : Ibnu Taimiyah, Ulama Versatile (serba bisa dalam berbagai bidang keilmuan Islam dan kehidupan sosial politik) - Arsip 2017

Oleh:
Al-Ustaz Salman Ali
Pendakwah di Negeri Perlis & Qatar, Debate Coach at Qatar Foundation

PART 1 - PART 2 - PART 3

Apakah sifat-sifat Allah dapat diibaratkan sebagai "komposisi" seperti yang diklaim para filsuf? Benarkah konsep tauhid Islam dipertanyakan oleh para intelektual di masa lalu? Dan lebih jauh lagi, apakah tuduhan bahwa Ibn Taymiyyah seorang mujassimah benar adanya? Seminar ini akan membawa Anda ke dalam salah satu diskusi teologis paling mendalam dan kompleks dalam sejarah Islam, yang mengguncang dunia pemikiran antara dalil agama dan logika filsafat.

Debat Epik Ibn Taymiyyah dan Al-Ghazali

Ibn Taymiyyah dan Al-Ghazali, dua nama besar dalam khazanah keilmuan Islam, menghadapi gelombang pemikiran menyimpang yang mencoba mendistorsi akidah Islam. Di satu sisi, para filsuf menyatakan bahwa sifat-sifat Allah seperti "kalam" dan "jisim" adalah bagian dari komposisi yang membutuhkan pencipta. Di sisi lain, Ibn Taymiyyah dan Al-Ghazali dengan luar biasa menghancurkan klaim ini melalui dalil syar’i yang kokoh dan logika yang tak terbantahkan.

  • Ibn Taymiyyah: Dengan tajam, ia membedakan antara berbagai definisi jisim. Jika jisim dimaknai sebagai "sesuatu yang bisa dilihat," maka Allah bisa dilihat di akhirat, sesuai dalil Al-Qur’an dan hadits. Namun jika jisim dimaknai sebagai "komposisi dari elemen-elemen kecil," maka Allah bukan jisim. Tuduhan bahwa Ibn Taymiyyah seorang mujassimah ternyata lahir dari kesalahpahaman dan manipulasi definisi yang digunakan oleh lawan debatnya.

  • Al-Ghazali: Melalui Ihya Ulumuddin dan karya-karya lainnya, Al-Ghazali membuktikan bahwa penggunaan istilah seperti "komposisi" (terkib) untuk Allah bukan berarti menyalahi tauhid, asalkan definisi yang digunakan benar. Bahkan ia menyerang filsafat yang menolak sifat-sifat Allah, dengan menunjukkan inkonsistensi logika mereka.