TALIBAN DAN AMANAH PERADABAN ISLAM

Saat jihad tak lagi di medan tempur, tapi di meja kekuasaan dan tanggung jawab | Refleksi 3 Tahun Hengkangnya Penjajah Amerika dari bumi umat Islam Afghanistan

Oleh: Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA - Mufti Kerajaan Negeri Perlis - Arsip 08/2024



๐ŸŽ™️Jihad Tak Cukup dengan Senjata. Membangun Negara Itu Jihad yang Lebih Berat

Nama Afghanistan kerap disebut dengan nada getir: perang tiada henti, krisis, Taliban, dan citra keagamaan yang penuh kontroversi. Dunia terlalu cepat menilai, terlalu lambat memahami. Tapi… berapa banyak yang benar-benar berani bicara langsung kepada para pemegang tampuk kuasa di sana—bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengingatkan?

Di hadapan para pemimpin dan duta dari negara-negara Islam, sebuah suara dari dunia luar menyuarakan hal yang selama ini hanya dibisikkan dalam hati umat:

Jihad bukan lagi tentang menumpahkan darah, tapi tentang menegakkan keadilan dan membangun kehidupan.

Pidato ini—disampaikan dengan bahasa lugas, adab, dan ketegasan—bukan sekadar formalitas diplomatik. Ia adalah pengingat, bahwa umat Islam global sedang menunggu bukti, bukan janji. Menunggu apakah mereka yang mengatasnamakan agama bisa membuktikan bahwa agama bukan hanya bisa memberontak, tapi juga bisa memimpin dan memakmurkan.

๐Ÿ“Œ Jika para pemimpin beragama gagal membangun negara dengan adil dan amanah,
maka musuh-musuh Islam akan bersorak,

“Tuh kan, memang mereka gak mampu…”

Tapi jika berhasil—itu akan menjadi tamparan paling telak untuk narasi-narasi busuk yang selama ini mengecilkan agama sebagai solusi.

๐ŸŽฏ Pertempuran hari ini tak lagi di parit dan padang pasir.
Pertempuran hari ini ada di ruang kabinet, di sekolah, di pasar, di pengadilan, dan di meja kekuasaan.

๐ŸŽง Dengarkan dan resapi. Karena ini bukan sekadar pidato. Ini adalah suara nurani yang membawa harapan dan sekaligus ujian untuk masa depan dunia Islam.


✍️ Ringkasan Faedah Lengkap:

1️⃣ Afghanistan Masih Punya “Urat Hidup” Dunia Islam

  • Meski dari jauh, semangat rakyat Afghanistan terlihat masih hidup dan membara.

  • Sebuah bangsa yang terus menulis sejarahnya sendiri dengan kebanggaan dan air mata.

  • Referensi terhadap tokoh Islam masa lalu seperti Syakib Arsalan menunjukkan bahwa dunia Islam pernah menaruh harapan besar pada Afghanistan—dan masih melakukannya hari ini.

๐Ÿ’ฌ “Kalian telah menulis sejarah kalian sendiri dengan kebanggaan.”


2️⃣ Membangun Lebih Berat daripada Berjuang

  • Perjuangan fisik melawan penjajah itu berat. Tapi membangun bangsa setelah perang jauh lebih sulit.

  • Kini mereka yang dulu menggenggam senjata, harus menggenggam amanah — untuk membangun negeri, menyejahterakan rakyat, dan menghadirkan keadilan.

⚠️ “Perjalanan membina jauh lebih susah dari perjalanan melawan.”


FATWA DAN TANGGUNG JAWAB ILMIAH: ANTARA DALIL, MAZHAB, DAN AMANAH

Di balik selembar fatwa ada beban ilmu, integritas, dan nyawa. Inilah tanggung jawab besar para ulama dalam menyuarakan hukum Tuhan Alam Semesta di tengah zaman yang tak ramah pada kebenaran | Beban berat seorang mufti dan bahayanya fatwa tanpa ilmu (teks dan konteks) di tengah masyarakat modern.

Simposium Pemberdayaan Lembaga Fatwa, Panelis : Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA - Mufti Kerajaan Negeri Perlis - Arsip 09/2020



๐ŸŒŸ Fatwa, Bukan Sekadar Hukum—Tapi Tanda Tangan Atas Nama Tuhan Alam Semesta

Kita hidup di zaman yang serba cepat, tapi sayangnya tak semua orang cepat memahami satu hal penting: agama itu bukan soal ikut-ikutan. Termasuk ketika bicara soal fatwa.

Banyak orang kira fatwa itu cuma produk "ustaz-ustaz", atau kerja birokrasi agama yang sibuk berdebat hal sepele. Tapi, bagaimana kalau kami bilang: fatwa itu adalah 'tanda tangan' mewakili Tuhan Alam Semesta? Kedengaran berat? Memang. Karena memang tak semua orang layak bicara atas nama Tuhan, walau di mikrofon sekalipun.

Dalam forum ini, Shahibus Samahah Mufti Negeri Perlis Prof. Dr. MAZA menyampaikan sesuatu yang tak sekadar dalam — tapi juga menusuk akal dan mengguncang persepsi lama tentang dunia fatwa, fiqh, dan peranan institusi keagamaan di zaman modern.

Beliau mengupas:

  • Bahaya fatwa yang sembrono,

  • Beban berat seorang mufti,

  • Ketegangan antara kebenaran ilahi dan tekanan politik,

  • Sampai pentingnya keterbukaan mazhab dalam masyarakat yang makin cerdas dan global.

Dan ya, ini bukan kuliah yang akan buatmu ngantuk. Ini semacam reality check buat semua yang masih mengira agama hanya soal mazhab dan "mana pendapat yang paling keras".

Jadi sebelum kamu bilang "itu salah" atau "ini sesat", mungkin sudah waktunya kamu dengar dulu penjelasan yang lebih dalam dari sekadar potongan TikTok dan cuplikan YouTube.

๐Ÿ“Œ Simak dan renungkan. Karena kadang, yang kita anggap kaku ternyata justru sedang meminta ruang untuk bernafas.


✍️ Ringkasan Faedah Lengkap

1️⃣ Fatwa = Menyatakan Hukum Tuhan, Bukan Pendapat Pribadi

  • Mufti bukan sekadar jabatan — ia adalah penyambung pesan Tuhan kepada umat.

  • Berdasarkan karya Imam Ibn Qayyim dalam A'lam Al-Muwaqqi'in, seorang pemberi fatwa dianggap seperti menandatangani atas nama Allah.

  • Maka siapa yang berani mengeluarkan fatwa dengan sembrono, berarti berani menyalahgunakan nama Tuhan.


2️⃣ Salah Fatwa Bisa Membunuh

  • Dibawakan contoh hadis terkenal: seorang sahabat mati karena mengikuti fatwa keliru dari teman-temannya.

  • Nabi ๏ทบ berkata: "Mereka telah membunuhnya. Semoga Allah membinasakan mereka."

  • ๐Ÿ’ฅ Faedah: Fatwa yang tidak memahami realitas bisa jadi alat pembunuhan, walau niatnya baik.


IBNU TAYMIYYAH DALAM LINTASAN SEJARAH: ULAMA, MUJAHID, DAN PEMBAHARU PEMIKIRAN ISLAM

Analisis kontekstual terhadap perjuangan memurnikan akidah di tengah invasi Mongol dan konflik politik internal - Wacana Fikrah Ummah 2016 oleh Kementerian Pendidikan Malaysia dan Dewan Bahasa & Pustaka , di Aula Kuliah DBP pada hari Selasa 27 September 2016.

Ahli Panel:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

๐Ÿš€ Kalau hari ini kamu dengar kata “Ibn Taymiyyah”, apa yang muncul di kepala?

Ekstremis? Garang? Panutan ISIS? Atau malah — siapa dia?

Realitanya, banyak orang (bahkan sebagian Muslim) tak pernah benar-benar kenal siapa Ibn Taymiyyah, kecuali dari potongan video murahan, artikel bias, atau komentar orang yang sendiri tak paham konteks sejarah.

Padahal, kalau mau fair, Ibnu Taymiyyah ini bukan cuma ulama besar — dia ikon pemikiran reformis Islam, yang sepanjang hidupnya dicaci, dimusuhi, dipenjara, tapi setelah wafat, jutaan orang datang menyalatkan jenazahnya, termasuk orang-orang yang dulu diam-diam simpati padanya.

Kenapa dia dibenci? Karena dia berani mengganggu zona nyaman orang agama & politik.
Dia tak takut menegur penguasa yang zalim, tak segan membongkar kesyirikan & bid’ah kaum Sufi berlebihan, bahkan menulis buku melawan Syiah & Kristen di zamannya — sampai para penentangnya kompak menyingkirkan dia ke penjara.

Tapi hebatnya, dia sendiri berkata,

“Apa yang musuh-musuhku bisa lakukan padaku? Surga & tamanku ada di dalam dadaku. Penjarakan aku, itu khalwatku. Bunuh aku, itu syahidku. Buang aku, itu safarku.”

Dan yang lebih keren lagi, dia sempat berkata,

“Aku telah maafkan semua orang yang menyakitiku karena perjuanganku mengeluarkan mereka dari neraka, bukan memasukkan mereka ke neraka — kecuali mereka yang memusuhi Allah & Rasul-Nya.”

Isu ini sensitif. Banyak yang salah kutip dia lalu menuduhnya sumber terorisme modern. Padahal sudah 700 tahun lebih karyanya dibaca orang tanpa jadi radikal. Yang keliru justru membaca ucapan perang Ibn Taymiyyah di zaman Mongol, lalu dipotong seenaknya, tanpa sadar dia hidup dalam suasana gempuran tentara kafir yang ingin musnahkan Islam dari muka bumi.

Kalau kamu serius mau tahu bagaimana perjuangan dan pemikiran Ibn Taymiyyah untuk memurnikan Islam, simak ringkasan ini baik-baik. Biar nanti kamu bisa bedakan sendiri, mana fakta, mana fitnah.


✍️ Ringkasan poin-poin utama


๐Ÿ“š Konteks awal diskusi

  • Dunia ilmu sering terganggu saat bicara dua hal:
    ๐Ÿ”ธ Politik (karena mengusik kuasa)
    ๐Ÿ”ธ Agama (karena mengusik pengaruh & “periuk nasi” golongan agama)

  • Contoh: Martin Luther di Eropa, saat menentang Gereja Katolik sampai perang saudara pecah.


๐Ÿ”ฅ Kenapa tokoh reformasi sering dimusuhi?

  • Siapapun yang mencoba reformasi keilmuan & agama akan hadapi perlawanan keras.

  • Termasuk: Syih al-Hadid, Hamka, Mustafa Abdul Rahman — semua dimusuhi ketika hidup.

  • Sama persis yang terjadi pada Ibn Taymiyyah.


MENGUBAH KEMUNGKARAN, ANTARA ILMU DAN EMOSI

Panelis : Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA - Mufti Kerajaan Negeri Perlis - Seminar Fiqh Taghyir Al-Munkar, Dewan Muktamar Pusat Islam Kuala Lumpur, Arsip Januari 2019

๐Ÿš€ Kita ini umat yang katanya paling peduli amar ma’ruf nahi mungkar. Tapi sayangnya, banyak yang kerasnya cuma di medsos, galaknya cuma di majlis, tapi keliru cara menegur, dan asal hantam tanpa ilmu.

Hari ini, kita hidup di zaman fitnah cepat viral, di mana aib orang lari lebih kencang dari berita kebaikan. Zaman orang lebih sibuk buka dosa pribadi, padahal agamanya sendiri tak selesai. Zaman orang lebih semangat berteriak “mungkar! kafir! sesat!” — tapi lupa tanya, ini benar-benar mungkar yang wajib dicegah, atau cuma masalah khilafiyah yang sebenarnya tak perlu diributkan?

Dalam pembentangan ini, dibongkar telanjang bagaimana:

  • Ada yang terlalu cuai, melihat mungkar tapi diam saja, malah jadi biasa.

  • Ada pula yang berlebihan, asal lihat beda langsung bilang sesat, kafir, neraka.
    Padahal dalam sejarah Islam, bahkan Nabi sendiri penuh kelembutan, timbang maslahat, tidak asal potong kepala orang yang khilaf.

Keras tanpa ilmu itu bukan ketegasan, tapi kebodohan yang dibungkus dalil setengah-setengah. Dan lebih bahaya, itu merusak wajah Islam — yang akhirnya bikin orang lari dari kita.

Maka topik ini super sensitif, tapi justru wajib dibahas dengan lugas.
Bukan untuk melemahkan semangat mencegah mungkar, tapi supaya tepat sasaran, tidak asal gebuk, dan tidak bikin umat tambah bodoh.


✍️ Ringkasan Poin-Poin Utama


๐Ÿ•Œ Apa Itu Amar Ma’ruf Nahi Mungkar?

  • Dalam Islam, mencegah mungkar (kemungkaran) itu kewajiban, semua orang Islam tahu dalilnya dari kecil.

  • Tapi seperti ibadah lain, ia ada disiplin & batas — tidak boleh dilakukan seenaknya.


⚖️ Dua Jenis Kesalahan Besar Dalam Nahi Mungkar

1️⃣ Tafrit (cuai / lalai)

  • Diam saja lihat mungkar.

  • Duduk nyaman di majlis dosa.

  • Lama-lama hati tak sensitif, malah anggap biasa.

  • Allah pernah laknat Bani Israel karena tak melarang perbuatan mungkar.

2️⃣ Ifraแนญ (melampau / berlebihan)

  • Terlalu keras cegah mungkar sampai menimbulkan kemungkaran lain.

  • Buka aib pribadi, menghukum tanpa ilmu, mengintip rumah orang, membuat masyarakat takut & benci agama.


ISLAM BUKAN MILIK BANGSA TERTENTU: DIALOG BERANI MEMBONGKAR SALAH FAHAM

Arsip Juli 2025, Podcast - Non-Muslim Bertanya, Mufti Perlis Menjawab

Panelis :
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis


Kita hidup di negara yang katanya damai, tapi diam-diam penuh salah paham, penuh tembok tak terlihat antara Muslim dan non-Muslim. Kenapa? Karena terlalu lama kita cuma dengar “katanya-katanya”. Katanya Islam itu keras. Katanya undang-undang syariah bikin ngeri. Katanya Islam cuma untuk orang Melayu. Katanya Islam tak cocok sama zaman modern. Padahal siapa yang bilang? Dari mana sumbernya?

Podcast ini “Non-Muslim Bertanya, Mufti Perlis Menjawab” seakan jadi tamparan halus tapi kena banget. Di sini Mufti Perlis, Prof Dato’ Dr. Maza, buka satu-satu mitos, bias dan salah faham — bukan pakai retorik politik, tapi pakai akal & dalil.

Beliau tak segan menegur keras kelompok yang suka mainkan isu agama demi kuasa. Beliau juga berani bilang: “Islam bukan agama Melayu. Islam bukan hak eksklusif siapa-siapa. Ini agama Tuhan, untuk semua manusia.”

Kalau ada non-Muslim takut pada Islam, itu salah siapa?
๐Ÿ‘‰ Salah Muslim yang menampilkan Islam dengan cara salah.
๐Ÿ‘‰ Salah politikus yang suka goreng isu demi kursi.
๐Ÿ‘‰ Salah kita sendiri yang malas belajar langsung ke sumber aslinya — Al-Qur’an & Sunnah — tapi sibuk dengar ceramah forwarding grup WhatsApp.

Isu ini sensitif. Tapi justru karena sensitif, kita wajib kupas tuntas — pelan tapi pasti, tegas tapi santun. Supaya pada akhirnya, kita sama-sama sadar bahwa keadilan & ihsan (berbuat baik melebihi sekadar adil) adalah intisari Islam. Bukan gimik, bukan politik, bukan dongeng menakutkan.


✍️ Ringkasan Poin-Poin Utama


๐Ÿ’ฌ Pertanyaan Utama: Salah Faham Terhadap Islam

  • Malaysia negara unik, multi-etnik & multi-agama, tapi sering muncul rasa curiga.

  • Ditanya: apa salah faham terbesar non-Muslim terhadap Islam?

  • Dato’ jawab:

    • Salah faham muncul karena dua hal:
      1️⃣ Info memang salah atau dibesar-besarkan, atau
      2️⃣ Info benar tapi sengaja dipolitisasi supaya timbul rasa takut & benci.


⚔️ Politik & Ketegangan

  • Banyak politik kuasa memanfaatkan isu agama supaya dapat sokongan.

  • Ini bukan cuma terjadi antara Muslim & non-Muslim, bahkan dalam agama sendiri (contoh Protestan vs Katolik dulu sampai bunuh-bunuhan).


TAUHID NABI ๏ทบ SEDERHANA, KITA BUAT BERBELIT

Oleh :
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis



Kamu sadar nggak, kadang kita ribet sendiri soal agama?

Ngaku belajar Tauhid bertahun-tahun, hapal sifat 20 sampe bisa nyanyi, debat filsafat Yunani pake istilah njelimet — tapi ujungnya... masih gantung gelang tolak bala, masih minta “air power” ke dukun, masih takut banget sama “penunggu”.

Lucunya, zaman Nabi ๏ทบ dulu, orang Badui cuma ngobrol beberapa menit aja sama beliau, langsung paham Tauhid, balik ke kampung — Islam satu kabilah. Cepat, bersih, lurus.

Nah loh. Kenapa kita sekarang malah nyasar? Mungkin karena kita lebih rajin ngulik filsafat daripada ngulik Qur’an. Lebih sibuk mikir Allah itu “tidak berjisim, tidak berarah, tidak berwarna” daripada fokus: Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, maka hati-hati lah kamu.

Tauhid itu sebenarnya nggak butuh bikin otak mumet. Tapi kita sendiri yang cari ribet — akhirnya lelah, tapi tetap nggak bebas dari syirik. 


๐Ÿ”ฅ Ringkasan Poin-Poin Utama

๐Ÿ“ Kisah Ali Tantawi & Muridnya

  • Dalam bukunya Ta'riful Aam Bidinil Islam, Ali Tantawi nanya ke muridnya:

    “Kalau ada turis Barat nanya tentang akidah Islam, padahal dia cuma punya waktu 1,5 jam sebelum naik pesawat, apa yang kamu jelaskan?”

  • Muridnya jawab:

    “Mustahil paham akidah dalam waktu segitu. Minimal harus belajar 1-3 tahun!”

๐Ÿš€ Bandingkan dengan Zaman Nabi ๏ทบ

  • Ada Badui datang ke Nabi ๏ทบ, ngobrol sebentar soal akidah.

  • Pulang ke kampungnya, dia Islamkan satu kabilah.

  • Simple, lugas, langsung Tauhid.

AGAMA TANPA RASISME, DAKWAH TANPA PAKSAAN

Oleh :
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Arsip Oktober 2023 Bersama Komuniti Kedutaan Cambodia



๐ŸŒ Ketika Dialog Bukan Sekadar Simbol, tapi Jalan untuk Memahami

Di era penuh polarisasi ini, agama kerap ditarik ke dua ujung ekstrim: disalahpahami atau disalahgunakan. Apalagi saat agama menjadi isu dalam ruang publik multikultur dan multiagama seperti di Malaysia atau ketika berdialog lintas negara seperti Cambodia.

Tapi bagaimana jika kita mendengar langsung suara seorang Mufti, di hadapan audiens Muslim dan non-Muslim, dalam forum terbuka, menjawab pertanyaan sensitif dengan kepala dingin dan hati terbuka?

Dalam sesi tadzkirah di hadapan delegasi diplomatik dan tokoh lintas agama di Phnom Penh, Mufti Perlis (Prof. Dr. MAZA) tidak hanya menyampaikan ceramah. Ia membuka ruang diskusi, menerima pertanyaan sensitif, bahkan soal rasisme, ekstremisme, kebebasan beragama, hingga makna interfaith dialogue — tanpa skrip, tanpa sensor.

Ini bukan khutbah biasa. Ini adalah kelas toleransi dari hati seorang ulama yang tetap memegang prinsip, tapi tidak kehilangan empati.

Jika kamu pernah bertanya:

  • “Kenapa Islam sering diasosiasikan dengan ekstremisme?”

  • “Apakah kita harus menganggap semua agama itu sama dalam dialog lintas iman?”

  • “Bagaimana berdakwah tanpa membuat orang lain tersinggung?”

  • “Apa maksud sebenarnya dari ‘tidak ada paksaan dalam agama’?”

…maka kamu wajib menyimak ringkasan ini — dan mendengarkan audionya secara utuh.


๐Ÿงญ Ringkasan Poin-Poin Utama

๐Ÿ•Œ 1. Islam Bukan Milik Bangsa Tertentu

  • Islam bukan agama Arab, Melayu, atau bangsa mana pun. Ia milik seluruh umat manusia.

  • Al-Qur’an menegaskan: “Tuhan bagi seluruh alam” (Rabb al-‘Alamin), bukan hanya “Tuhan orang Arab”.

๐Ÿ‘ฅ 2. Rasisme Ditolak Total dalam Islam

  • Seseorang tidak bisa disalahkan atas ras atau keturunannya karena itu bukan pilihannya, melainkan takdir dari Allah.

  • Menghina orang karena bangsanya = menghina ciptaan Allah.

TANDA PEMIMPIN DAPAT KEBAIKAN DARI ALLAH

Arsip Juli 2025

Oleh :
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis



๐Ÿšจ Pengantar

Bayangkan...
Kalau kelak di hari kiamat, semua shalat kita, sedekah kita, haji kita — ternyata tak cukup untuk menyelamatkan kita dari hisab berat, hanya karena saat di dunia kita salah mengurus kekuasaan, atau ikut mendukung orang yang tak layak memimpin.

Ngeri kan?

Kita sering berpikir dosa besar itu hanya soal zina, mencuri, atau mabuk. Padahal memegang kuasa tanpa kelayakan, atau menunjuk orang yang salah mengurus negara, juga akan dituntut habis-habisan oleh Allah. Bahkan Nabi ๏ทบ sudah wanti-wanti bahwa pemerintahan itu bukan sekadar jabatan keren, tapi ujian yang akan menjadi kehinaan dan penyesalan di akhirat jika disalahgunakan.

Tragisnya, hari ini jabatan malah jadi rebutan. Orang saling sikut untuk jadi menteri, jadi gubernur, atau sekurang-kurangnya jadi pejabat — meski mungkin tak tahu menahu soal tata kelola pemerintahan. Yang penting tampil religius, agar dipilih rakyat.

Dalam tadzkirah ini dijelaskan secara lugas:

Tanda Allah menghendaki kebaikan untuk seorang pemimpin, adalah jika Allah hadirkan orang-orang baik di sekitarnya — menteri, penasihat, pembantu-pembantu yang saleh dan kompeten.

Kalau orang di sekitarnya korup, tak bermoral, tak kompeten, maka itu pertanda serius tentang pemimpin itu sendiri. Karena pemimpin yang sungguh takut kepada Allah, pasti akan memilih orang-orang yang baik untuk membantunya.

Jangan anggap remeh. Karena bukan hanya dia yang akan diseret ke neraka jika gagal, tapi kita pun bisa ikut menanggung akibat jika sembarangan memilih atau mendukung. Yuk, kita bedah poin-poin pentingnya — supaya kita sadar betapa besar tanggung jawab soal pemerintahan ini, dan berhenti melihatnya hanya sebagai ajang prestise belaka.


๐Ÿ“Œ Ringkasan Lengkap Poin-Poin Utama 


1️⃣ Tema utama: tanda Allah menghendaki kebaikan pada seorang pemimpin

  • Hadis Nabi ๏ทบ menyebutkan: jika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang pemimpin, Allah akan beri dia wazir (menteri / pembantu) yang saleh.

  • Saleh bukan cuma taat agama, tapi juga kompeten dalam mengurus pemerintahan.


2️⃣ Siapa itu wazir menurut Islam?

  • Wazir bukan hanya “menteri kabinet” seperti kita pahami hari ini. Dalam hadis, wazir berarti:

    • Orang yang menanggung beban pemerintahan bersama pemimpin.

    • Bisa menteri, penasihat, ahli strategi, atau siapa saja yang membantu urusan negara.

  • Kalau pembantunya malah menambah beban, mempermalukan atau menyesatkan pemerintah, itu tanda buruk.


3️⃣ Allah kasih tanda kebaikan bukan hanya lewat agama

  • Dalam hadis lain:

    “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, Allah jadikan dia faqih dalam agama.”

  • Sama juga dengan pemimpin. Kalau Allah mau baik untuknya, Allah hadirkan orang-orang yang:

    • Taat kepada Allah.

    • Berkualitas dalam memimpin.


AGAMA INI BUKAN CERITA MIMPI

Khutbah Jum'at pada Perkampungan Sunnah Siri ke 10

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis



Agama Ini Bukan Khayalan, Bukan Mimpi, Bukan Warisan Buta

Kadang kita merasa sudah cukup. Sudah Muslim. Sudah salat. Sudah pakai kopiah. Kita kira semua aman — padahal belum tentu.

Khutbah ini mengingatkan kita dengan cara yang sangat dalam:

  • Tentang bagaimana Allah memberi kita akal untuk berpikir, bukan sekadar ikut-ikutan.
  • Tentang bagaimana Rasul datang membawa wahyu yang mematahkan kedangkalan dan membangkitkan kebijaksanaan. Dan tentang bagaimana di akhir zaman, akan muncul banyak orang yang tampaknya ahli agama — tapi sebenarnya mengajak ke pintu neraka.

Kalau akhir-akhir ini kamu sering gelisah melihat orang mengagungkan guru melebihi Nabi, lebih bangga pada kelompok daripada Quran & Sunnah, atau lebih sibuk cari berkah dari tangan tokoh dibanding meminta langsung pada Allah — khutbah ini mungkin tamparan lembut yang kita semua perlu.

๐ŸŽง Baca perlahan, lalu dengarkan. Biar hati kita luluh. Biar kita kembali hanya menyanjung satu nama: Allah.


๐Ÿ“ Ringkasan Lengkap Poin-Poin Utama



๐Ÿ•ฏ️ 1. Allah Tidak Ciptakan Manusia Sia-Sia

  • Allah beri manusia akal supaya kita bisa menimbang baik & buruk, mencari kebenaran, bukan hidup membuta tuli.

  • Karena itu syariat hanya diwajibkan pada orang berakal.


๐Ÿ“– 2. Al-Qur’an Berulang Kali Memerintah Kita Berpikir

  • Dalam banyak ayat Allah berfirman:
    “Tidakkah kamu berakal?”
    “Tidakkah kamu berpikir?”

  • Supaya manusia selalu pakai akalnya untuk membedakan hak dan batil.


๐Ÿ’ก 3. Namun Akal Tak Bisa Sendiri — Harus Ada Wahyu

  • Akal manusia terbatas. Kita tak bisa capai hakikat akhirat, alam barzakh, syurga, neraka hanya dengan logika.

  • Karena itu Allah turunkan wahyu lewat para rasul.


AGAMA INI TENTANG ALLAH, BUKAN TOKOH YANG KITA BELA

Tadzkirah Maghrib pada Perkampungan Sunnah Siri ke 10

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis



๐ŸŒท Kita Sering Sibuk Kagum Pada Tokoh — Lupa Bahwa Hanya Allah yang Layak Dibesarkan

Kita hidup di zaman aneh. Orang ramai-ramai mengangkat tokoh. Kagum dengan gelar ustadz, mufti, habib, tuan guru, sampai ada yang berebut bekas minumnya, berharap barokah dari tapak kakinya. Tapi kita lupa: agama ini bukan tentang manusia. Agama ini tentang Allah.

Dalam kuliah yang sarat tadzkirah ini, Shahibus Samahah Mufti mengajak kita merenung — betapa pentingnya kita mengangkat wahyu di atas akal, mengangkat petunjuk Allah di atas fatwa manusia, dan menjunjung Al-Qur’an serta Sunnah Nabi di atas segalanya.

Beliau mengingatkan kita agar jangan menjadi umat seperti Yahudi dan Nasrani terdahulu, yang mulanya benar, lalu menyimpang karena terlalu mengagungkan ahli ilmu mereka hingga disembah diam-diam, dituruti kesalahannya, dan dijadikan tandingan Allah.

Kalau akhir-akhir ini kamu sering risau lihat banyaknya orang beragama yang sibuk pamer ibadah, atau bangga dengan pengikut yang memujinya — dengarkan tadzkirah ini perlahan. 

Biar hati kita ingat lagi, bahwa yang akan kita jawab kelak di hadapan Allah bukan nama tokoh yang kita bela, tapi sejauh mana kita setia pada kitab dan sunnah-Nya.


๐Ÿ“ Ringkasan Lengkap Poin-Poin Utama Kuliah



๐Ÿ•Œ 1. Membuka Majlis dengan Nasehat Tujuan Ilmu

  • Kita hadir dalam majlis ilmu bukan untuk membesarkan tokoh, bukan mufti, bukan ustadz, tapi untuk membesarkan Allah dan mencari ilmu yang bermanfaat.

  • Agar ilmu itu menolong kita di dunia dan akhirat.


๐Ÿง  2. Akal Perlu Wahyu

  • Allah beri kita akal, tapi akal saja tidak cukup dalam perkara agama & ghaib.

  • Allah turunkan wahyu melalui para Rasul supaya manusia tahu cara menyembah Allah dengan benar — bagaimana shalat, puasa, dzikir, mendekatkan diri.


๐Ÿ“– 3. Wahyu Saluran Resmi

  • Wahyu hanya turun pada para Nabi & Rasul. Mimpi orang biasa, kasaf, ilham — tak bisa jadi syariat.

  • Agama ini tidak boleh berdiri di atas mimpi atau karomah, kecuali mimpi Nabi.