15-03-2025 Podcast Fikrah Dan Hujah
Ahli panel : Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA (Mufti Negeri Perlis), Prof. Dr. Rozaimi Ramle, Ust. Rizal (Moderator), Sheikh Hussein Yee (Undangan)
15-03-2025 Podcast Fikrah Dan Hujah
Ahli panel : Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA (Mufti Negeri Perlis), Prof. Dr. Rozaimi Ramle, Ust. Rizal (Moderator), Sheikh Hussein Yee (Undangan)
✨ Sebuah Perjalanan yang
Mengguncang Dunia ✨
Bayangkan sebuah perjalanan luar biasa yang melampaui batas
ruang dan waktu—satu malam yang bukan sekadar mukjizat, tetapi juga mengubah
tatanan hidup manusia! Isra’ Mi’raj bukan hanya kisah perjalanan Nabi ﷺ dari
Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Lebih dari itu,
peristiwa ini membawa pesan revolusioner: tentang keimanan, keteguhan, dan
perubahan sistem kehidupan.
Apa relevansinya dengan dunia kita hari ini? Bagaimana Isra’
Mi’raj menata kembali cara kita memahami ibadah, kepemimpinan, dan tatanan
sosial? Bersama Shahibus Samahah Dato’ Prof. Dr. MAZA, kita akan
mengupas makna mendalam peristiwa ini dan bagaimana ia seharusnya menginspirasi
perubahan dalam kehidupan umat Islam.
💡 Bersiaplah untuk
melihat Isra' Mi’raj dari perspektif yang lebih luas—bukan sekadar mukjizat,
tapi juga strategi transformasi umat!
Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti
Kerajaan Negeri Perlis
Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA (Mufti Kerajaan Negeri Perlis) & DYMM Tuanku Raja Perlis
Audio berbahasa Inggris, sudah ditranskrip dan terjemah
Transkrip pidato Mufti :
As-salamu alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Alhamdulillah. We praise Him, we ask His help, and we ask His forgiveness.
And we seek refuge in Allah from the evils of our souls and
from the evils of our deeds. Whom Allah guides, none can misguide him. And whom
He misguides, none can guide him.
I bear witness that there is no god but Allah, alone, with
no partner. And I bear witness that Muhammad is His servant and Messenger.
Ameen.
The most honourable Tuan Haji Syukri bin Ramli, Chief
Minister of Perlis.
The most honourable Haji Sharifah Katrina Noraniah Jamalullail.
The honourable Dato' Rahimi bin Ismail, Perlis State Secretary.
The honourable Tuan Muhammad Azmir bin Azizan, Member of the
Perlis State Executive Council.
Member of the Perlis State Executive Council.
The participant, Tansi, Dato' Sri, brothers and sisters.
Alhamdulillah. Praise to Allah subhanahu wa ta'ala for
granting us the opportunity to continue our convention. And this is our second
Sunnah Convention in 2025.
So, Alhamdulillah bini'matihi tatimu s-salihat. Again and
again. Firstly, I would like to extend my sincerest gratitude to everyone who
has contributed to the success of this event or this convention.
Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti
Kerajaan Negeri Perlis
✨
Adakah kita benar-benar memahami cara beragama Islam yang sesuai dengan
syariat, ataukah kita hanya berpegang pada tradisi tanpa ilmu?
Dalam dunia yang penuh dengan keragaman pemahaman dan aliran, generasi muda
sering kali terjebak antara tradisi, kejumudan, dan perdebatan yang tidak
produktif. Forum "Bagaimana Beragama Islam yang Benar" yang
disampaikan oleh Shahibus Samahah Dato' Prof. Dr. MAZA, Mufti Negeri
Perlis, adalah sebuah pembahasan mendalam yang memberikan panduan jelas
untuk memahami agama Islam dengan benar, berdasarkan dalil, adab, dan
hikmah.
Apa sebenarnya makna Salaf dan Salafi? Apakah benar mengikuti salaf berarti menolak mazhab dalam fiqh? Konsep berpikir yang keliru dan salah kaprah ini, yang sering
dipegang oleh sebagian oknum, tidak hanya menyesatkan tetapi juga
berpotensi menciptakan perpecahan di tengah umat.
Sikap jumud (kaku) dan ekstrem ternyata bisa muncul dari kelompok manapun, termasuk dari mereka yang mengklaim sebagai pengikut manhaj salaf. Salah guna istilah Salafi sering dijadikan tameng untuk membenarkan pandangan sempit, sehingga mencederai semangat asli ajaran salafus shalih yang penuh hikmah, kelembutan, dan keharmonisan.
Apa hukum debat dalam Islam? Apakah debat adalah sesuatu yang diperbolehkan, disarankan, atau justru dilarang? Pertanyaan ini sebenarnya bukan hal baru, sebab sejak zaman para sahabat, debat telah menjadi perhatian serius. Kita tahu bahwa ada sahabat seperti Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang tidak menyukai debat, namun di sisi lain, ada juga sahabat seperti Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang dikenal sebagai pendebat ulung.
Di kalangan ulama empat mazhab, perbedaan pendekatan terhadap debat juga
sangat mencolok. Imam Malik rahimahullah, misalnya, lebih memilih untuk
menghindari debat dan berfokus pada penyampaian ilmu tanpa banyak adu
argumen. Sementara itu, Imam Syafi’i dan Imam Abu Hanifah dikenal
sebagai pendebat yang brilian, ahli dalam menyampaikan hujah dan
memenangkan argumen dengan dalil yang tajam.
Berapa banyak perdebatan yang berakhir sia-sia? Berapa banyak hujah yang hanya memanaskan emosi, bukan menegakkan kebenaran? Tapi di tangan Ibn Taimiyah, debat berubah menjadi senjata tajam yang mematahkan kebatilan, menundukkan keangkuhan, dan membuka jalan menuju cahaya kebenaran.
Ibnu Taimiyah bukan sekadar ulama yang menguasai ribuan
dalil, tapi seorang pendebat ulung yang mampu mengendalikan tiga kunci
penting dalam perdebatan:
isi kandungan yang solid, strategi yang cerdas, dan uslub penyampaian
yang memukau.
Fiqh yang Ringan, Lapang, dan Selalu di Depan Zaman!
⚡
Ibnu Taimiyah, nama yang terus diperbincangkan selama berabad-abad! Sosok
ulama besar yang gagasannya melampaui batas waktu, tetapi di sisi lain
juga menjadi pusat kontroversi dan salah paham.
🔥
Apa yang membuat pandangan fiqh Ibnu Taimiyah begitu istimewa?
Apakah karena keberaniannya melawan fanatisme mazhab? Apakah karena
fatwa-fatwanya yang dianggap berbeda tetapi justru penuh hikmah dan
relevansi? Ataukah karena beliau menawarkan
fiqh yang ringan, lapang, namun tetap teguh pada prinsip syariat?
🌪️ Api berkobar, angin
menerjang, bumi berguncang! Ketika bencana melanda, ia tak membedakan: Orang shalih, pendosa, atau kafir.
💥 Namun, apakah benar kedudukannya sama?
Apakah musibah yang menimpa para Nabi dan orang-orang beriman sama kedudukannya dengan dengan
azab yang menghantam orang kafir dan pendosa? Jika Allah Maha Pengasih, mengapa
yang taat juga merasakan derita? Dan jika Allah Maha Adil, mengapa dunia tampak
tidak adil saat bencana menerjang?
🕋 Fatwa tanpa memahami
realita? Kesalahan fatal yang bisa menyesatkan umat!
Bagaimana jika kita memberikan fatwa tanpa mempertimbangkan
perubahan zaman, adat istiadat, dan realita kehidupan masyarakat? Apakah itu
mencerminkan keadilan syariat? Atau justru menimbulkan kerusakan dan salah
paham?
📜 Dalam seminar ilmiah
ini, Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA, Mufti Negeri Perlis, mengupas:
🔥 Ini bukan sekadar teori, tapi fondasi penting yang harus dipahami oleh para pengemban dakwah, ulama, dan umat Islam di era modern ini.