SOALAN NON-MUSLIM SEPUTAR ISU-ISU DALAM AGAMA ISLAM

Mengapa Islam sering disalahpahami? Bagaimana kita menjelaskan agama ini kepada mereka yang ingin tahu?

Pertanyaan dari non-Muslim tentang Islam sering kali dilontarkan dengan niat ingin memahami, namun di sisi lain, bisa juga lahir dari salah faham atau mitos yang beredar luas. Dalam seminar yang dibawakan oleh Shahibus Samahah Dato' Prof. Dr. MAZA, isu-isu sensitif ini dikupas dengan teliti, penuh hikmah, dan berdasarkan dalil yang jelas, menjadikannya panduan penting bagi Muslim dan non-Muslim dalam memahami Islam yang sebenarnya.

Seminar ini menjawab pertanyaan-pertanyaan kritikal seperti:

  • Kenapa orang Islam sembah Ka'bah, dan apakah ini bentuk penyembahan berhala?
  • Peranan perempuan dalam masjid, dan kenapa ada peraturan tentang posisi mereka saat sholat.
  • Bolehkah non-Muslim masuk masjid, dan apakah Muslim boleh memasuki rumah ibadah agama lain seperti gereja atau kuil?
  • Mengapa perempuan Islam diwajibkan memakai hijab, dan apa makna di balik perintah ini?
  • Isu menyentuh anjing, yang sering menjadi perdebatan dan salah faham di masyarakat.
  • Bagaimana seorang mualaf berinteraksi dengan keluarganya yang non-Muslim, termasuk menjaga hubungan dengan orang tua mereka.
  • Mengapa Islam mengklaim dirinya sebagai agama yang paling benar, dan bagaimana menjelaskan keyakinan ini dengan hikmah.

Setiap isu ini dijawab dengan dalil yang kuat, logika yang jelas, dan penjelasan yang membuka mata. Seminar ini adalah alat penting untuk menjelaskan Islam dengan penuh hikmah kepada non-Muslim dan meluruskan salah faham yang sering terjadi.

Oleh : 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

BAGAIMANA ISLAM BERINTERAKSI DENGAN KEBERAGAMAN BANGSA

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

KETIKA ISLAM DAN KEBERAGAMAN BANGSA BERTEMU

🌍 Apakah Anda tahu, Islam tidak pernah mendasarkan kemuliaan manusia pada suku, warna kulit, atau keturunan. Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa perbedaan yang Allah ciptakan adalah untuk saling mengenal dan memperkaya peradaban.

MASJID & PERANANNYA DALAM MEMBANGUNKAN UMMAH

Ceramah telah diadakan di Masjid al Alkaff, Kg Melayu, Bedok, Singapura.

Oleh: 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

MENYIKAPI PERBEDAAN FATWA DI NEGERI YANG BERAGAM

Sesi Q&A dengan pelajar

Oleh: 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Ringkasan:

Judul: "Bagaimana Menyikapi Perbedaan Fatwa di Negeri yang Beragam?"

1. Konteks Perbedaan dalam Fatwa
Di negara yang memiliki banyak negeri dan wilayah, setiap negeri memiliki mufti yang berwenang memberikan fatwa. Namun, perbedaan pandangan antar mufti sering terjadi dalam isu-isu hukum agama. Pertanyaan utamanya adalah bagaimana konflik ini dapat dikelola secara bijaksana dan panduan apa yang sebaiknya diikuti oleh orang awam dalam menghadapi perbedaan ini.

2. Pemahaman tentang Konflik

  • Konflik perlu didefinisikan terlebih dahulu. Tidak semua perbedaan pendapat adalah konflik. Perbedaan dalam cara, pandangan, atau pelaksanaan adalah hal yang wajar dalam kehidupan manusia.
  • Dalam agama, perbedaan yang masih dalam kerangka yang diizinkan harus disikapi dengan sikap yang lapang dan tidak menyebabkan permusuhan. Misalnya, perbedaan antara mazhab tentang praktik salat seperti bacaan Bismillah atau Qunut.

DISPLIN TALFIQ MAZHAB DI SISI MAZHAB SYAFI'I, ANTARA TARJIH & TA'AMUL

Seminar Ilmu untuk Pelajar Ilmu Ushul Fiqh Lanjutan

Panelis :
  1. Tuan Guru Dr. Abdul Basit bin Abdul Rahman (Ph.D of Syariah - Universiti Islam Madinah)
  2. Dr. Muhammad Rozaimi bin Ramle (Bachelor of Syariah Fiqh wa Ushuluhu - Mu'tah Universiti of Jordan, AJK Fatwa Negeri Perlis)
  3. Prof. Datuk Dr. Daud bin Bakar (Bachelor of Syariah Fiqh wa Ushuluhu - Kuwait University, Pengerusi Majlis Penasihat Syariah Bank Negara Malaysi, Ahli Badan Penasihat Bank of Oman, Ahli Dow Jones Islamic Market di New York)
  4. Ustaz Mohammad Fawwaz bin Fadzil Noor (Bachelor of Syariah Universiti Al-Azhar Mesir. Memperoleh Sijil Kemahiran Fatwa dari Dar al-Ifta Mesir pada 2008. Mufti Wilayah Federal/Persekutuan Malaysia 2025)
  5. Ustaz Zahiruddin bin Zabidi (Moderator)
Istilah "Talfiq Mazahib, Antara Tarjih & Ta’amul" dalam konteks Mazhab Asy-Syafi'i mengacu pada pendekatan fiqh yang digunakan ketika menghadapi perbedaan pandangan di dalam atau antara mazhab. Untuk memahami ini, kita harus melihat masing-masing istilah secara rinci dalam kerangka Mazhab Asy-Syafi'i.


1. Talfiq Mazahib (تلفيق المذاهب)

Talfiq dalam konteks Mazhab Asy-Syafi'i merujuk pada penggabungan pendapat dari berbagai mazhab dalam suatu masalah fiqh. Dalam Asy-Syafi'i, seperti dalam mazhab lainnya, para ulama berbeda pendapat tentang talfiq:

  • Pendekatan yang diterima dalam kondisi tertentu: Talfiq diperbolehkan jika bertujuan untuk mencapai kemaslahatan, memenuhi kebutuhan (hajat), atau menyelesaikan masalah yang sulit dipecahkan hanya dengan satu mazhab. Dalam hal ini, harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip Syariah.
  • Pendekatan yang dilarang: Jika talfiq dilakukan dengan tujuan mencari kemudahan (تتبع الرخص) tanpa alasan syar'i, maka ini dianggap tidak sah dan merusak kehormatan Syariah.

TALFIQ MAZAHIB

Seminar Ilmu untuk Pelajar Ilmu Ushul Fiqh Lanjutan

Talfiq Mazahib (تلفيق المذاهب) adalah istilah dalam fiqh yang merujuk kepada praktik menggabungkan pendapat dari berbagai mazhab fiqh dalam satu amalan tertentu. Kata "talfiq" berasal dari bahasa Arab yang berarti "menggabungkan" atau "menyatukan". Dalam konteks fiqh, talfiq berarti mengambil sebagian pendapat dari satu mazhab dan sebagian lainnya dari mazhab lain sehingga membentuk suatu amalan yang tidak diakui oleh salah satu mazhab tersebut secara utuh.

Oleh:
Prof. Dr. Rozaimi Ramle
AJK Fatwa Negeri Perlis, Bachelor of Syariah, Fiqh wa Ushuluhu - Mu'tah Universiti of Jordan

APAKAH POLITIK TERMASUK BAB AKIDAH

FORUM ILMIAH AKADEMIK DENGAN KONTEKS DIROSAH ILMU USHUL FIKIH, BERTAJUK: ADAKAH POLITIK BAB AKIDAH

Bagi Khawarij dan Syi'ah, politik masuk dalam ranah akidah. Pada khawarij dikenal istilah Tauhid Hakimiyah. Adapun pada Syiah, politik masuk dalam bab akidah nampak jelas pada pada rukun Islam dan rukun Iman mereka. Rukun Islam Syiah ada 5 : As-Sholat, As-Shoum, Az-Zakat, Al-Haj, Al Wilayah. Rukun iman dalam Syiah, meliputi 5 hal, yakni: At-Tauhid (mengesakan Tuhan), An Nubuwwah (Kenabian), Al Imamah (kepemimpinan atau ke-amiran), Al Adlu (keadilan), dan Al Ma'ad (percaya kepada hari kiamat). Bagi Ahlussunnah, politik masuk dalam bab fiqh ataukah akidah?

Sesi penghujahan: 
Prof. Madya Dr. Rozaimi Ramle 
AJK Fatwa Negeri Perlis

APA ITU BID'AH HASANAH

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA 
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

ISLAM MENENTANG KEZALIMAN

Refleksi Tumbangnya Si Zalim Bashar al-Assad

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Kezaliman tidak akan kekal. Setiap penguasa zalim pasti menemui kejatuhannya—dan hari itu akhirnya tiba!

Setelah bertahun-tahun kezaliman yang mengoyak kemanusiaan, Allah akhirnya menunjukkan keadilan-Nya. Tumbangnya Bashar al-Assad, simbol kezaliman di tanah Syria, menjadi peringatan bagi seluruh dunia: tidak ada kekuasaan yang abadi kecuali milik Allah. Khutbah Jum'at "Islam Menentang Kezaliman" oleh Shahibus Samahah Mufti Kerajaan Negeri Perlis ini adalah refleksi mendalam tentang bagaimana Islam menolak segala bentuk kezaliman dan perjuangan melawan ketidakadilan.

Dalam khutbah ini, Anda akan diajak untuk:

  • Memahami sikap Islam terhadap kezaliman, baik dalam skala individu maupun negara.
  • Merenungi perjalanan panjang umat Islam di Syria, yang menjadi saksi kekuatan doa, kesabaran, dan perjuangan.
  • Mengambil pelajaran dari kejatuhan penguasa zalim, dan bagaimana ia menjadi peringatan bagi pemimpin mana pun.
  • Membangkitkan semangat persaudaraan dan keadilan, sebagai pilar penting dalam membangun masyarakat Islam yang kuat.

SEBUAH RENUNGAN DI HARI KEMENANGAN

Oleh: 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Khutbah Aidil Fitri 1446H

Bulan Ramadhan telah berlalu, meninggalkan kita dengan sejuta kenangan spiritual dan pertanyaan mendalam: Apakah kita benar-benar telah kembali kepada fitrah? Dalam khutbah ini, kita akan merenungkan makna kemenangan sejati di hari raya—bukan sekadar dalam perayaan, tetapi dalam perjuangan mempertahankan kemuliaan Islam. Bagaimana Islam membentuk peradaban yang kuat dari tanah Arab yang tandus? Mengapa umat ini kini terpuruk dalam kehinaan? Dan yang paling penting, bagaimana kita dapat mengembalikan kejayaan itu?